Sebuah periode refleksi, peninjauan kembali, dan rekonsiliasi diri yang disalurkan menjadi sebuah tantangan untuk terus bertumbuh dan berevolusi, yang termanifestasi melalui tinta dan cat air di atas kertas yang diwarnai oleh resapan teh. Kesamaan unsur dari seluruh karya ini adalah air, unsur paling alami dari segala yang ada. Figur-figur yang menghuni ruang-ruangnya mengungkapkan apa yang tak kasatmata; menghadirkan sesuatu yang sureal dan samar, sekaligus menyingkap mistisisme yang khas.
A period of reflection, re-evaluation and reconciliation channelled into a personal challenge to evolve, manifested in ink & watercolour on tea stained paper. The common ingredient is water, the most natural of all things. The figures that occupy their space are revealing of the unseen, surreal and convey unique mysticism.
After 6 years the Tea Series is continued with a second series exhibited in Kalpataru Art Space is di Sanur Art Hub, Sanur. There are 13 new artworks that are being shown for the first time.
Pada skenario dan situasi itulah yang pada akhirnya membuka tahap terakhir dalam perkembangan artistik saya. Saya berharap bisa berkeliling dunia dan melukis berbagai pemandangan ikonik maupun tempat-tempat tersembunyi, hingga akhirnya harus kembali ke Sydney dan menjalani masa karantina di sebuah hotel. Di ruang yang terbatas itulah langkah berikutnya dalam perjalanan kreatif saya justru menemukan jalannya. Dengan minimnya akses mendapatkan bahan dan material seni, saya mulai bereksperimen dengan apa yang tersedia di sekitar saya, yaitu teh.
"It is this scenario and environment that would open up the final stage of my artistic development. I would travel across the globe painting iconic vistas and hidden gems of the moment but it wasn't until I was forced back to Sydney and in a quarantine hotel that I would be allowed to take that final step. Lacking access to more art materials I took an opportunity to experiment with what was lying around, tea."
~ excert from the event book "Natural Mystic" Available on opening night